ucapan

Selamat Datang di Blog Aprisa Ayu. Terimakasih Telah Membaca. Saranghaeyoooo... (^_*)

Tuesday, January 29, 2013

Jangan Salahkan Hujan


Hujan.
Mengapa orang selalu membenci kedatangannya?
Apa karena hujan telah menghalangi kepentingan mereka?
Egois sekali.
Kenapa hujan yang selalu disalahkan?
Kenapa mereka tak lebih pintar daripada hujan?
Sedangkan hujan kalau mau datang selalu memberi petanda dulu kan?

Setauku hujan itu “pegawai” yang hebat. Ia tak pernah lalai dengan perintah Atasannya. Ia juga tak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Meskipun yang ia kerjakan selalu sama. Menurunkan air ke bumi. Selalu itu dan itu.

Ya, dia hanya melaksanakan titah dari Tuhannya. Dia tak peduli dengan makian orang-orang terhadapnya. Yang dia tahu hanya bekerja dan bekerja dan bagaimana menjadi pegawai yang hebat sepanjang masa. Karena dia yakin akan satu hal, menjadi hamba yang baik dan memberi manfaat yang baik.

Gue kagum dengan hujan. Ia begitu tegas dengan dirinya, dengan pekerjaannya, dan dengan perintah Atasannya. Sedangkan gue, ahh… jauh sekali. L

Bayangkan, dengan keteguhannya itu ia mampu mengalahkan sinar matahari. Matahari yang kata orang adalah rajanya hari. Ahh, mereka tidak tau saja. Mendung dan hujan adalah bayang-bayang yang selalu berada dibelakang matahari. Setiap kali matahari menyebar panasnya, di tempat lain gumpalan mendung akan lahir dan berkumpul. Semakin panas akan semakin besar gumpalannya.
Jadi, kalau matahari adalah rajanya hari, berarti mendung dan hujan bisa juga dibilang “selimutnya” raja. Hahhaaha.. *ngacodahhgue >,<

Uke, intinya. Jangan pernah salahkan hujan apapun yg terjadi. Kenapa? Sebab, hujan bekerja karena perintah Atasannya. Jadi, kalo nyalahin hujan berarti juga nyalahin Yang Merintah ato Yang Nyiptain hujan. Hayow, pikirkan lagi tentang ini!! ;)
Sebagai makhluk yang diberi kelebihan pikiran dan akal pastinya tau donk harus gimana. Jangan mudah nyalahin ini itu. Nyari kambing hitam. Padahal kita ndirilah yang kurang “jenius” menghadapi sesuatu. Ya gak? ^^
Ayolah, kita juga gak mau dikalahin sama hujan kan? Dia rajin bekerja. Kita juga harus. Harus lebih malah. Lebih pintar dari dia.

Nikmatilah hujan seperti kau menikmati secangkir coklat panas
Mereguk manisnya, pahitnya, lembutnya, dan rasa yang tak terkatakan
Yakinkan ciptaan-Nya tak ada yang salah, untuk kita
Selalu ada yang manis dibalik bungkus tangis


2 comments:

  1. melihatmu cukup ku menghujani bola mataku dengan hujan air mata bolaku


    *mumet

    ReplyDelete
    Replies
    1. menghujanmu ku cukup melihati mata bolaku dengan air hujan bola mataku

      *mumet_akut >,<

      Delete

Ehm, komentarnya yg bijak yaa.. ^_^