Pagi
yang ranum, heuhh..
Ibu
membuka pintu kamarku. Seperti biasa aku masih memeluk gulingku. Rasanya tak
mau aku membuka mata. Tidur adalah pelarian termudah. Seperti biasa pula beliau
menyapaku untuk menanyakan kegiatan hari ini. Dan menanyakan hal itu. Mataku melebar,
kemudian aku tutup lagi. Aku menguap. Melihatkan bahwa aku masih ngantuk dan
membalik badanku membelakanginya. Menutup mukaku dengan guling. Aku ingin
bersembunyi dari mata ibu. Tapi percuma, tak mungkin ibu tak melihat badan
besarku ini kan. Heu..
Ibu
mengambil gulingku. Membalik badanku. Bertanya lagi tentang hal itu. Aku terdiam
menatapnya. Bagaimana harus kukatakan ini? Kata-kata yang tepat. Kata-kata yang
tidak menimbulkan salah paham dan.. kesedihan tentunya.
Aku
tak memandangnya. Menutup mukaku dengan guling, lagi. Ibu menariknya kuat. Oke,
saatnya cerita.
